Selasa, 11 Desember 2012
Senin, 10 Desember 2012
Kumpulan Soal UN 2005-2012
Minggu, 09 Desember 2012
Mengapa Orangtua Perlu Mendidik Anak tentang Uang ? Dan Bagaimana Caranya ?

Saya rasa sebagai orangtua, tidak ada yang ingin anaknya saat dewasa nanti hidupnya jadi sengsara, tidak punya uang, banyak hutang atau memiliki kesulitan keuangan. Tetapi anehnya apa yang dilakukan atau yang tidak dilakukan oleh 80% orangtua saat ini, secara tidak sadar mengkondisikan anaknya saat dewasa nanti jadi sengsara, banyak hutang atau kesulitan keuangan lainnya. Tidak percaya ? Baca baik-baik penjelasan di bawah ini karena mungkin inilah yang bisa membuat Anda sadar dan mulai melakukan sesuatu untuk kondisi keuangan anak anda.
Data statistik selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan telah terjadi penurunan drastis pada jumlah uang yang ditabung oleh masyarakat. Dan sebaliknya, selama 10 tahun terakhir ini, terjadipeningkatan drastis pada jumlah pengeluaran dan hutang pribadi. Sebenarnya kita tidak perlu tahu tentang data / statistik ini untuk mengetahui telah terjadi perubahan perilaku dari segi kebiasaan pengeluaran dan menabung. Kita cukup mengamati perilaku orangtua atau kakek kita dan bandingkan dengan diri kita. Kebanyakan orang akan setuju bahwa orangtua atau kakek kita menyimpan atau menabung uang lebih banyak dan lebih sedikit pengeluaran. Sedangkan kita yang hidup di jaman teknologi dan serba cepat ini, kok rasanya berkebalikan, menyimpan uang lebih sedikit dan pengeluaran lebih banyak, betul tidak ?
Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
1. Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;
Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?
2. Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.
Dari kedua metode tersebut, metode yang nomor dua kita akan banyak mendapatkan informasi, kemudian kita ajukan pertanyaan kepada anak ; Harus bagaimanakah situasi itu diselesaikan ?
Dari banyak informasi yang diberikan anak tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang kita bagi dalam beberapa fase, seperti ;
KATA-KATA MUTIARA DALAM BAHASA ARAB(MAHFUDZOH)
KATA-KATA MUTIARA (MAHFUDZOH)
{مَنْ جَدَ وَجَدَ}
“Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia”
{مَنْ صَبَرَ ضَفِرَ}
{ اَلْوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَّ الذَّهَبِ}
“Waktu itu lebih mahal daripada emas”
{اَلْعَقْلُ السَلِيْمُ فِى الْجِسْمِ السَلِيْمِ}
“ Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat”
{ خَيْرُ جَلِيْسِ فِى الزَّمَانِ كِتًابٌ}
Kutipan Matematika
Menurut metode aksiomatik, di mana sifat-sifat tertentu (sebaliknya tak dikenal) struktur diambil dan kemudian secara logis akibat dari itu kenudian secara logika diturunkan, Bertrand Russell berkata:
- “Matematika dapat didefinisikan sebagai subyek yang mana kita tidak pernah tau tentang apa yang sedang kita bicarakan, maupun apa yang tidak kita katakan benar”.
Mungkin ini menjelaskan mengapa John von Neumann berkata suatu kali:
- “Dalam matematika Anda takkan memahami hal. Anda benar-benar mengambilnya dulu”.
Tentang indahnya matematika, Bertrand Russell berkata dalam Study of Mathematics:
- “Matematika, sudah sepantasnya dipandang, tak hanya memiliki kebenaran, namun keindahan tertinggi – dingin dan cermat yang bagus, seperti pahatan itu, tanpa menarik setiap bagian sifat lemah kita, tanpa hiasan indah lukisan atau musik, masih murni sama sekali, dan kemampuan kesempurnaan keras seperti hanya seni terbesar dapat mempertunjukkan. Jiwa kesenangan yang sesungguhnya, keagungan, arti badan lebih daripada manusia, yang merupakan batu ujian keunggulan tertinggi, untuk ditemukan dalam matematika seperti tentu saja puisi”.
Serba-Serbi Matematika
Sejarah matematika
Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά – mathēmatiká) secara umum ditentukan sebagai kajian pola dari struktur, perubahan, dan ruang; tak resminya, seseorang dapat mengatakannya sebagai penelitian bilangan dan angka. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filosofi matematika.
Cakupan pengkajian yang disebut sebagai
sejarah matematika adalah terutama berupa penyelidikan terhadap asal
muasal temuan baru di dalam matematika, di dalam ruang lingkup yang
lebih sempit berupa penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika
baku di masa silam.
Sebelum zaman modern dan pengetahuan yang
tersebar global, contoh-contoh tertulis dari pembangunan matematika
yang baru telah mencapai kemilaunya hanya di beberapa tempat. Tulisan
matematika terkuno yang pernah ditemukan adalah Plimpton 322 (Matematika
Babilonia yang berangka tahun 1900 SM), Lembaran Matematika Moskow
(Matematika Mesir yang berangka tahun 1850 SM), Lembaran Matematika
Rhind (Matematika Mesir yang berangka tahun 1650 SM), dan Shulba Sutra
(Matematika India yang berangka tahun 800 SM).
Semua tulisan yang bersangkutan
memusatkan perhatian kepada apa yang biasa dikenal sebagai Teorema
Pythagoras, yang kelihatannya sebagai hasil pembangunan matematika yang
paling kuno dan tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.
“Matematika bukan…"
Fakta penting:
Matematika bukan numerologi.
Walau numerologi memakai aritmetika modular untuk mengurangi nama dan
data pada bilangan digit tunggal, numerologi secara berubah memberikan
emosi atau ciri pada bilangan tanpa mengacaukan untuk membuktikan
penetapan dalam gaya logika. Matematika ialah mengenai gagasan
pembuktian atau penyangkalan dalam gaya logika, namun numerologi tidak.
Interaksi antara secara berubah emosi penentuan bilangan secara intuitif
diperkirakan daripada yang telah diperhitungkan secara seksama.
Bermain Matematika dengan Sepatu
Sepatu Matematika
Ambil angka dari nomor sepatumu.
Lalu Kalikan 5,
Kemudian tambahkan 50,
Kalikan lagi 20 Tambah 1012,
Kurangi tahun lahir anda.
Hasilnya pasti 4 angka. ambil 2 angka.
2 ANGKA SEBELAH KIRI ADALAH NOMOR SEPATU ANDA, DAN 2 ANGKA SEBELAH KANAN ADALAH USIA ANDA.
Lalu Kalikan 5,
Kemudian tambahkan 50,
Kalikan lagi 20 Tambah 1012,
Kurangi tahun lahir anda.
Hasilnya pasti 4 angka. ambil 2 angka.
2 ANGKA SEBELAH KIRI ADALAH NOMOR SEPATU ANDA, DAN 2 ANGKA SEBELAH KANAN ADALAH USIA ANDA.
Sabtu, 08 Desember 2012
Sejarah Angka "0"
0 (dibaca Nol) dalam suatu angka yang digunakan untuk mewakili atau mendampingi angka lain dalam angka. Nah, Nol apakah dapat dibaca "kosong". Jangan salah artinya sahabat Fano
. Sesungguhnya penggunaan cara membaca angka 0 "Nol" dan "Kosong" itu
jadi beda arti. Masih belum paham? Nanti Fano akan buatkan artikel
tentang itu. Nah, untuk kali ini di Taman Fanorama kali ini Fano
membahas tentang sejarah angka 0.
Angka Nol pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Maya. Suatu suku yang pernah mendiami daerah Meksiko Selatan dan bagian-bagian Amerika Tengah lainnya. Pusat kebudayaannya terdapat di Semenanjung Yukatan.
Kota paling awal berdirinya diperkirakan pada abad ke-3 di hutan
Guatemala yang lebat dan yang terakhir diperkirakan dibangun pada abad
ke-10 dan abad ke-11 pada sebuah dataran di Yukatan bagian Utara.
Kota-kota ini merupakan peninggalan orang-orang Maya yang memiliki
tingkat kebudayaan yang tinggi dengan catatan arsitektur paling beraneka ragam dan paling maju. Kebudayaan suku Maya ini berkembang dari abad ke-1 S M sampai mulainya peniggalan Masehi.
Indonesia Mengalami Amnesia
Liputan6.com, Jakarta: Bangsa Indonesia saat ini
mengalami amnesia sejarah. Indikasi itu terlihat dari banyak penerus
rezim pemerintahan di era Orde Baru yang waktu itu melakukan korupsi dan
menjadi musuh masyarakat namun dipilih lagi untuk menjadi pemimpin.
Demikian dikatakan sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal
Tomagola.
Menurut Thamrin golongan yang amnesia adalah kelas menengah. Masyarakat kelas atas dari zaman dulu tidak pernah memikirkan masyarakat kecil, sedangkan masyarakat kecil selalu mendapatkan penderitaan. Sedangkan masyarakat menengah yang selalu meneriakan perubahan dengan bekal yang cukup kuat tetapi selalu mengulangi kesalahan serupa.
"Bangsa ini mengalami amnesia sejarah, dan mereka yang mengaalami amnesia sejarah adalah kelas menengah. Kalau kelas atas itu dia tidak memikirkan yang lain dan kelas bawah itu selalu merasakan susah," kata Thamrin saat mengisi diskusi publik kelompok kerja Petisi Lima Puluh dengan tema "Bangkitnya Golkar dan Partai-Partai Neo-Orba".
Lebih jauh Thamrin mengatakan tiap masyarakat di kota-kota besar mengalami kegelisahaan yang berbeda. Setiap kelas dalam masyarakat punya kegelisahaannya masing-masing. "Masyarakat kelas menengah selalu mengkhawatirkan kemacetan, kelas bawah mengkhawatirkan banjir dan kelas atas selalu menghkawatirkan soal keamanan," tuturnya.
Untuk menghilangkan amnesia sejarah maka sudah saatnya masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah tidak lagi terjebak atas janji-janji dari para calon pemimpin khususnya Jakarta yang sedang dalam proses pilkada. "Di Jakarta itu masalahnya ada tiga yaitu macet, banjir dan keamanan. Itu yang harus diselesikan oleh gubernurnya yang baru nanti, dan jangan sampai mengulang amnesia sejarah lagi," pungkasnya.(JUM)
Menurut Thamrin golongan yang amnesia adalah kelas menengah. Masyarakat kelas atas dari zaman dulu tidak pernah memikirkan masyarakat kecil, sedangkan masyarakat kecil selalu mendapatkan penderitaan. Sedangkan masyarakat menengah yang selalu meneriakan perubahan dengan bekal yang cukup kuat tetapi selalu mengulangi kesalahan serupa.
"Bangsa ini mengalami amnesia sejarah, dan mereka yang mengaalami amnesia sejarah adalah kelas menengah. Kalau kelas atas itu dia tidak memikirkan yang lain dan kelas bawah itu selalu merasakan susah," kata Thamrin saat mengisi diskusi publik kelompok kerja Petisi Lima Puluh dengan tema "Bangkitnya Golkar dan Partai-Partai Neo-Orba".
Lebih jauh Thamrin mengatakan tiap masyarakat di kota-kota besar mengalami kegelisahaan yang berbeda. Setiap kelas dalam masyarakat punya kegelisahaannya masing-masing. "Masyarakat kelas menengah selalu mengkhawatirkan kemacetan, kelas bawah mengkhawatirkan banjir dan kelas atas selalu menghkawatirkan soal keamanan," tuturnya.
Untuk menghilangkan amnesia sejarah maka sudah saatnya masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah tidak lagi terjebak atas janji-janji dari para calon pemimpin khususnya Jakarta yang sedang dalam proses pilkada. "Di Jakarta itu masalahnya ada tiga yaitu macet, banjir dan keamanan. Itu yang harus diselesikan oleh gubernurnya yang baru nanti, dan jangan sampai mengulang amnesia sejarah lagi," pungkasnya.(JUM)
Sosok Sahabat Abu Musa Al-Asy’ari R.A
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais. Beliau sempat ikut hijrah
ke Abessina, kemudian datang ke Madinah setelah perang Khaibar. Khalifah
Utsman bin Affan mengangkatnya sebagai penguasa di Kufah. Beliau ini
termasuk arbitrator dalam peristiwa arbitrasi Shiffin.
Salah seorang sahabat Rasulullah yang telah beliau do’akan dengan permohonan kepada Allah ampunan dan agar di hari kiamat dimasukkan kedalam tempat yang mulia adalah Abu Musa Al-Asy’ariy, sebagaimana do’a Rasulullah : ”Allahumaghfir li-’Abdillah bin Qais zanbahu, wa adkhilhu yauma al-qiyamati madkhalan kariimaa”.
Salah seorang sahabat Rasulullah yang telah beliau do’akan dengan permohonan kepada Allah ampunan dan agar di hari kiamat dimasukkan kedalam tempat yang mulia adalah Abu Musa Al-Asy’ariy, sebagaimana do’a Rasulullah : ”Allahumaghfir li-’Abdillah bin Qais zanbahu, wa adkhilhu yauma al-qiyamati madkhalan kariimaa”.
Kamis, 29 November 2012
APLIKASI MATEMATIKA DALAM ILMU PSIKOLOGI
Matematika adalah ilmu
yang berkaitan erat dengan penghitungan dan angka-angka numerik. Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia, perilaku, mental dan
perkembangannya. Melalui penggunaan
penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari
pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan
pergerakan benda-benda fisika. Matematika selalu berkembang, contoh di Cina pada
tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga
zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan
ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan
matematika yang berlanjut hingga kini.
sejarah matematika secara umum dan islam
Sejarah perkembangan matematika versi
barat!
Di dunia ini banyak sekali sejarah dalam
kehidupan kita. Salah satunya sejarah dan ilmu matematika. sejarah dalam bidang matematika ini
juga meliputi banyak hal, misalnya saja sejarah perkembangan matematika di suatu
daerah, sampai dengan penemuan-penemuan dalam bidang matematika oleh
para ahli matematikawan dunia.
sejarah matematika ilmu matematika berkembang
sesuai dengan zamannya. Sebagai contoh, pada tahun 2000 SM sampai dengan 300 M,
telah muncul Ilmu Hitung, Geometri, dan Logika.
Pada 300 M sampai dengan 1400 M telah
berkembang teori bilangan, Geometri Analitik, Aljabar, dan Trigonometri. Serta sejarah matematika ilmu
sampai abad ke-20 yang melahirkan tentang Logikamatematika,Geometri non
Euclid, dan lain-lain.
matematika adalah studi
besaran, struktur, ruang, relasi, perubahan, dan beraneka topik pola, bentuk,
dan entitas. Para matematikawan mencari pola dan dimensi-dimensi kuantitatif
lainnya, berkenaan dengan bilangan, ruang, ilmu pengetahuan alam, komputer,
abstraksi imajiner, atau entitas-entitas lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)




