Liputan6.com, Jakarta: Bangsa Indonesia saat ini
mengalami amnesia sejarah. Indikasi itu terlihat dari banyak penerus
rezim pemerintahan di era Orde Baru yang waktu itu melakukan korupsi dan
menjadi musuh masyarakat namun dipilih lagi untuk menjadi pemimpin.
Demikian dikatakan sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal
Tomagola.
Menurut Thamrin golongan yang amnesia adalah kelas
menengah. Masyarakat kelas atas dari zaman dulu tidak pernah memikirkan
masyarakat kecil, sedangkan masyarakat kecil selalu mendapatkan
penderitaan. Sedangkan masyarakat menengah yang selalu meneriakan
perubahan dengan bekal yang cukup kuat tetapi selalu mengulangi
kesalahan serupa.
"Bangsa ini mengalami amnesia sejarah, dan
mereka yang mengaalami amnesia sejarah adalah kelas menengah. Kalau
kelas atas itu dia tidak memikirkan yang lain dan kelas bawah itu selalu
merasakan susah," kata Thamrin saat mengisi diskusi publik kelompok
kerja Petisi Lima Puluh dengan tema "Bangkitnya Golkar dan Partai-Partai
Neo-Orba".
Lebih jauh Thamrin mengatakan tiap masyarakat di
kota-kota besar mengalami kegelisahaan yang berbeda. Setiap kelas dalam
masyarakat punya kegelisahaannya masing-masing. "Masyarakat kelas
menengah selalu mengkhawatirkan kemacetan, kelas bawah mengkhawatirkan
banjir dan kelas atas selalu menghkawatirkan soal keamanan," tuturnya.
Untuk
menghilangkan amnesia sejarah maka sudah saatnya masyarakat Indonesia
khususnya kelas menengah tidak lagi terjebak atas janji-janji dari para
calon pemimpin khususnya Jakarta yang sedang dalam proses pilkada. "Di
Jakarta itu masalahnya ada tiga yaitu macet, banjir dan keamanan. Itu
yang harus diselesikan oleh gubernurnya yang baru nanti, dan jangan
sampai mengulang amnesia sejarah lagi," pungkasnya.(JUM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar